Selasa, 05 Maret 2013

ahhh ihhh uhhhfttt

ahhh
aku gak mau kalah sama dia
masa aku yang lelah di sini
dia yang mengambil suami ku di syurga nanti

ahhhh
aku aku cemburu padanya
masa hanya di dunia ini aku menemaninya
lalu kau  yang menemaninya di keadaan yang serba indah di syurga nantinya??

ihhhh...
aku ga mau kalah!!

uhhhhhhfttt
aku harus terus berusaha ya???

Minggu, 03 Maret 2013

Belajar Membahagiakan Suami


Menjadi sebaik- baik perhiasan bagi suami
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang isteri yang sholihah. Beliau menjawab: Apabila diperintah, ia selalu taat, apabila dipandang ia menyenangkan, dan ia selalu menjaga diri serta harta suami (manakala suaminya tidak ada)” (HR. Nasa`i)
Subhanallah, disinilah istimewanya wanita ketika menjadi seorang istri. Dia kelihatan indah dan terlihat cantik, justru ketika dia tidak menjadi pemberontak yang kasar atau pembangkang yang keras, melainkan yang pandai belajar untuk selalu menata hatinya demi sebuah ketaatan.
Wanita akan indah jika dia belajar perduli dengan keadaan diri dan sikapnya untuk dipersembahkan keindahan itu kepada suaminya. Wanita akan terlihat menawan, justru ketika dia tidak berkhianat, dan belajar menjadikan dirinya pengabdi yang tulus dan pribadi yang pandai memegang amanah.
Menjadi pengantin baru
Ketika telah memasuki kehidupan rumah tangga mungkin susah bagi para istri untuk lebih kreatif lagi dalam me-refresh suasana pernikahan karena padatnya kegiatan monoton yang mengisi hari- harinya.
Untuk mengatasi hal tersebut, bukan hal mutlak bagi para istri untuk jauh- jauh berwisata, atau ribet dengan serangkaian acara liburan. Karena kedamaian itu sebenarnya letaknya di hati, dan jika kita berada dekat dengan Allah Subhanahu wata’ala saja.
Istana wanita itu adalah di rumah suaminya, serta komunikasi adalah kunci terbaik penyubur kuatnya hubungan hati suami istri. Jadi walaupun hanya didalam rumah, sebenarnya para istri bisa kembali menumbuhkan kehangatan untuk selalu istiqomah dalam menyenangkan suami. Salah satunya adalah dengan selalu mengingat saat-saat menjadi pengantin baru dulu.
Ingatlah ketika saat-saat itu, banyak cinta kasih yang ingin dibagi dengan suami, ingatlah juga betapa bersemangatnya hati dan inginnya diri untuk selalu tampil menjadi yang terbaik dan paling membahagiakan sang suami.
Ingatlah betapa saat awal- awal menikah, semua terasa sangat indah, bahkan banyak kemakluman dihadirkan dalam menanggapi kekurangan suami. Ingatlah bahwa pernikahan itu dulu diawali dengan sebuah niat yang suci, yaitu dalam rangka beribadah kepada Allah. InshaAllah dengan begitu hati akan lebih tenang dalam menghadapi perubahan dan kenyataan yang ada sekarang.
Melayani itu bukan pelayan
Melayani juga bukan berarti menjadi pribadi nomor dua yang harus selalu berada tunduk patuh dalam perintah sang nomor satu. Dengan melayani justru menjadikan kita pribadi yang dibutuhkan, kehadiran kita menjadi hal yang sangat ditunggu- tunggu karena menjadi penopang wajib dari yang dilayani. Itulah makna sebenarnya dari kata disayang atau dicintai. Lalu siapakah para istri yang tidak mendambakan menjadi makhluk yang paling disayang dan paling dicintai oleh suaminya?
Indahnya ikhlas.
Sungguh, bukan sesuatu yang mudah mendidik diri kita untuk selalu menjadi pribadi pengabdi. Perlu kesadaran yang prima terutama dalam mengalahkan ego sebagai wanita. Serta satu hal lagi, betapapun besarnya kesulitan itu, tapi semua akan bisa di raih jika para istri benar- benar mau belajar mengikhlaskan pengabdiannya kepada suami hanya karena Allah saja.
Karena hanya hati yang ikhlas lah yang mudah untuk bahagia dan insyaAllah akan selalu membahagiakan. Hanya hati yang ikhlas jugalah, yang bisa berlogika bahwa tidak masalah bagaimana timbal balik yang akan diterimanya dari sang suami, yang penting ridho Allah bersamanya. Itu saja sudah lebih dari cukup.
Mulianya sabar
Bahkan batupun bisa berlubang jika terus- menerus. Seperti itulah kiasan dari sebuah sifat sabar. Bagaimanapun keras dan susahnya menghadapi suami, namun jika para istri bersikukuh untuk bersabar, maka kebahagiaan hanyalah masalah waktu.
Karena sabar adalah ibarat mata uang yang berlaku dimana saja, yang mampu membeli kebahagiaan betapapun mahalnya harga kebahagiaan tersebut. Dengan sabar, kebahagiaan InshaAllah akan menjadi bagian dari sebuah rumah tangga.
Belajar dan berproses
Jika dari awal kita merasa tidak memiliki bakat untuk menjadi seorang pengabdi atau seseorang yang berhati lembut untuk bisa memahami suami, maka tanamkan dalam diri bahwa tidak memiliki bakat bukan berarti tidak bisa menjadi orang yang berbakat.
Semua hal insyaAllah bisa dipelajari, jika kita benar- benar mau belajar. Kekurangan yang menjadi hal mutlak yang dimiliki manusia, pastilah bisa di rubah, jika kita memang benar- benar serius untuk berubah.
Jangan kawatir, semua hal yang baik memanglah membutuhkan proses, yang terpenting adalah kita benar- benar serius untuk berproses. menjadi lebih baik, tentunya. [Syahidah/ VOA Islam]
(esqiel/muslimahzone.com)

Sabtu, 02 Maret 2013

kau

kau sahabat baik ku yang baru...
yang Rabb ku takdirkan.. aku bisa bersama mu
dalam jiwa mu yang lembut
kau lunakan ke"angkuhan ku"

kau teman perjalanan hidup
yang kuanggap..."inilah hidup"
dari kau, aku bisa belajar
dengan kau. aku dapatkan hikmah

Jika aku sendiri..
hanya menulis saja.. sahabat dekat

Kini aku kau  menjadi satu
sekarang sahabat ku bertambah satu...
kau.....

Sahabat Jiwa

hati dan jiwa sahabat dekat
membaca lalu menulis juga layaknya bagai sahabat
mencairkan jiwa jiwa yang keras
menumpahkan asa asa yang terhempas
melahirkan titik airmata di sudut pelupuk mata

Keluarkan isak tangis mu wahai jiwa
larilah... kepada Sang pemilik jiwa
mengadulah ...padaNya.. "Hati"
menangislah padaNya "Jiwa"
kau terbuat dari segumpal daging..
di sentuh keras, kau berubah bentuk...
di sentuh kasar, kau bisa saja mencair darah....

Wahai... jiwa..
kemana hendak kau lari??
Bukankah tempat teraman... kepada Pemilik Jiwa??

Diri mu tak mampu
menggengamnya, tapak tapak tangan mu begitu lemah
berkeringat dingin, bergetar dada..
himpitan dalam asa.. menyesakan jiwa
maka larilah ... mengadulah jiwa
pada Sang pemilik Jiwa

ferna mutia, 3 maret 2013
sudut jiwa

Jumat, 01 Maret 2013

lari kencamg

anak kecil itu berlari kencang
ibunya menangis, ayahnya tak kunjung pulang
ibu nya mencari sang ayah, tapi ayah datang tak membawa uang
'nak kita tak makan hari ini.. begitu kata si ibu"

anak itu berlari kencang ke rumah neneknya
dia duduk di dipan kakek yang sedang makan
menunggu sisa pastel sarapan tiap pagi kakeknya

anak itu berlari kencang
dia menghindar dari ayah ibu nya yang bertengkar karena uang
bukan piring lagi yang melayang, tapi gentong air pecah berceceran

anak itu ingin berlari
tapi ibu memaksa jalan mencari ayah tuk pulang kandang  malam malam
dengan mata terkantuk, jiwa melayang... ia ingin tetap berlari kencang......

ferna mutia, 2 Maret 2013
Sudut jiwa

JIWA BERONTAK!!
AKU MAU TERIAK...
SIAPA AKU???
LALU UNTUK APA AKU LAHIR DI SINI??
SIAPA MENOREH LUKA DI HATI INI??

AKU TAK MINTA, HADIR DI DUNIA..
KARENA DUNIA KERAS, KEJAM DAN NISTA!!
LALU KEPADA SIAPA AKU HARUS MENGELUH???

ferna mutia, Jakarta 2 Maret 2013
Sudut jiwa



ingin menulis..

abi.......

amih ingin menulis..
selama menjalani pernikahan, yang amih anggap sebuah "sekolah jiwa" buat pribadi amih
banyak sekali.. pelajaran yang amih dapat di sekolah ini
dari yang terkecil dan sehalus setipis benang, atau melayang lemah bagai rumah laba laba
menuju yang besar , terhebat dan yang terpikirkan bahkan yang tak terbayang
segala rasa bercampur satu, tapi jiwa tetap harus pandai memilah milah
dari segala suasana bercampur aduk, sampai kita di paksa mampu memisahkan warna 
mana, merah?? mana hijau?? mana kuning?
Abu abu??? hitam???? atau putih bening atau putih susu, atau tercampur kopi??

tercampur coklat?? ahhhhh... semua ada di sekolah ini
indah.. bagi  yang mampu memandangnya .. semua ini adalah Rahmat.
indah bagi jiwa yang berusaha ikhlas menapaki misteri misteri di alam ini.
Memahami jiwa sebuah petualangan hati, bathin dan rasa
maka rasanya... menulis adalah ungkapan jiwa setelah ku tau maknanya...

lalu esok ku raba lagi ruangan yang belum aku ketahui....